UA-148919648-1 | Sharing is Caring

Thursday, November 5, 2015

Laporan Hasil Wawancara

TUGAS B.INDONESIA
MEMBUAT LAPORAN HASIL WAWANCARA





Nama          : Linda Kusuma
No.Absen     : 20
Kelas          : X 6



1.      Membuat laporan hasil wawancara
a.      Menentukan topik wawancara
‘’Ternak Ayam’’
b.      Menentukan Narasumber
Bapak Setyo Mujono, pemilik ternak ayam
c.       Menentukan tempat dan waktu
Di kediaman Bapak Setyo Mujono, Nglundu Denggungan rt.03/01 Banyudono Boyolali. Pukul 14.30 WIB.
d.      Menyusun daftar pertanyaan
-          Kapan memulai bisnis ternak ayam
-          Jenis ayam ternak
-          Alasan memilih ternak ayam
-          Suka duka ternak ayam
-          Keuntungan dan jumlah populasi ayam
-          Pengaruh baik buruknya hasil panen
-          Pemesanan bibit ayam
-          Kendala ternak ayam
-          Siasat untuk cuaca buruk
e.      Melakukan wawancara kepada narasumber
f.        Membuat hasil wawancara
g.      Kesimpulan





Hasil Wawancara :
 Q : Wartawan
   A : Kepala peternakan ayam
   Menggeluti dunia bisnis peternakan memang sangat menguntungkan, apalagi peternakan    ayam. Berbagai informasi mengenai bisnis peternakan ayam sudah terangkum dalam wawancara berikut.

Q : ‘’Sejak kapan bapak sudah menggeluti dunia bisnis peternakan ayam ?’’
A : ‘’Sudah sejak tahun 2000’’
Q : ‘’Wahh termasuk lama ya pak, kemudian jenis ayam apa yang menjadi ternak bapak?’’
A : ‘’Jenis ayam potong, biasanya dikenal dengan nama ayam broiler.’’
Q : ‘’Mengapa bapak memilih ternak ayam daripada ternak yang lain pak?’’
A : ‘’Ya karena, memang sudah turun temurun dari bapak dan ibu saya, lagian ternak ayam itu gampang-gampang susah dan hasilnya juga cukup menguntungkan mas.’’
Q : ‘’Ohhh turun temurun ya..memangnya apa yang membuat ternak ayam itu gampang-gampang susah pak?’’
A : ‘’Karena ternak ayam itu juga tergantung cuaca mas, kalau cuacanya bagus nanti hasilnya juga bagus tapi kalau cuacanya buruk nanti bisa juga hasilnya buruk mas.’’
Q : ‘’Ooo begitu ya pak, lalu berapa keuntungan yang bisa bapak dapatkan sekali panen? Kemudian biasaanya berapa ayam yang dapat dihasilkan tiapa panen pak?’’
A : ‘’Itu sih tergantung hasil ayamnya ya mas, kalau hasilnya bagus ya keuntung yang bisa saya dapatkan kurang lebih 7 juta rupiah sekali panen tapi kalau hasilnya kurang baik yaa mungkin kurang lebih 4 juta rupiah mas, kadang bisa 3000 sampai 6000 populasi ayam’’
Q : ‘’Lumayan ya pak, lalu yang mempengaruhi baik buruknya hasil panen bapak itu apa pak?’’
A : ‘’Yaa seperti yang saya bilang tadi, cuacalah yang mempengaruhi namun bukan hanya cuaca saja, ada hal lain yang menjadi pengaruh baik buruknya hasil panen.’’
Q : ‘’Hal lain apa pak?’’
A : ‘’Bibit ayam atau do nya mas, kalau kita pesen bibit ayam terus kebagian yang jelek kan ya itu bisa mempengaruhi hasil panen kami mas.’’
Q : ‘’Bisa rugi ya pak, memangnya bapak biasannya memesan bibit ayamnya dimana pak?’’
A : ‘’Biasannya pesan di salatiga mas, itupun harus jauh-jauh hari dan kedatangan ayam memang harus sudah benar-benar dipersiapkan dengan baik.’’
Q : ‘’Jadi memesan dulu dari jauh-jauh hari ya pak, kemudian yang menjadi kendala itu apa pak?’’
A : ‘’Biasannya sih cuaca mas, kalau cuacaya baik kan nanti ayamnya sehat-sehat dan gemuk nah kalau cuacanya buruk ya nanti ayamnya bisa sakit dan kurus-kurus.’’
Q : ‘’Berarti cuaca memang sangat berpengaruh ya pak, lalu biasannya bapak menyiasati cuaca buruk itu dengan cara apa?’’
A : ‘’Biasannya denga memasang terpal pada dinding-dinding kandang saya dan memberi vaksin, obat dan perapian yang rutin.’’
Q : ‘’Wahh berarti memang butuh perawatan khusus ya pak?’’
A : ‘’Yaa begitulah mas.’’
Q : ‘’Baiklah pak, sekian wawancara dari kami dan terima kasih atas waktu dan kesediaan bapak untuk kami.’’
A : ‘’Iya mas, sama-sama.’’













            Kesimpulan :
            Peternakan ayam memang menguntungkan dari segi pendapatan akan tetapi ternak ayam tidaklah mudah, ini dikarenakan faktor cuaca yang mempengaruhi baik buruknya hasil panen dan jika hasil panen bagus maka akan mendapat keuntungan lebih akan tetapi jika hasil panen kurang bagus maka bisa menyebabkan kerugian.



Resensi Novel Percy Jackson-Sea of Monster

Apapun Untuk Sang Bulu Domba Emas
Oleh : Linda Kusuma



            Judul Buku                  : Laut Para Monster
            Judul Asli                    : Percy Jackson and Olympians The Sea of      Monster
            Pengarang                   : Rick Riordan
            Penerjemah                  : Nuraini Mastura
            Penerbit                       : Mizan Fantasi PT Mizan Publika (Anggota IKAP)
 Kota terbit                   : Jl. Jagakarsa No.40 Rt.007/Rw.04, Jakarta Selatan
            Cetakan                       : 14
            Tebal                           : 363 halaman

            Buku Percy Jackson and Olympians The Sea of Monster atau Laut Para Monster adalah hasil karya dari tangan dingin seorang Rick Riordan. Yang sudah lebih dari 15 tahun menjadi seorang guru Sejarah dan Bahasa Inggris di sekolah menengah negeri dan swasta di San Fransisco Bay Area dan Texas. Bahkan pada tahun 2002, dia dianugerahi Master Teacher Award oleh sekolah Saint Mary’s Hall. Bahkan karya-karya fiksinya pernah memenangkan tiga penghargaan nasional dalam genre misteri, yaitu Edgar, Anthony, dan Shamus. Karya Fiksinya pun pernah dimuat pada Majalah Misteri Mary Higgins Clark dan Majalah Ellery Queen. Seri buku Percy Jackson and Olympians The Sea of Monster ini tentu berbeda dengan seri buku pertamanya yaitu Percy Jackson and Olympians The Lightning Thief yang dikemas jauh lebih terperinci, lebih luas dan mendalam yang sungguh membuat para pembaca semakin penasaran.
            Rick Riordan dalam menulis buku ini bermaksud untuk mengajak para pembaca masuk kedalam cerita dan ikut terhanyut serta memperlihatkan bagaimana kehidupan sehari-hari para pahlawan Yunani modern yang berjuang untuk menyelesaikan berbagai misi untuk menyelamatkan dunia. Demikian juga dengan tiga pemeran utama yang ada di tokoh ini yang tentunya mempunyai tujuan mulia yaitu, menyelamatkan dunia hingga tetes darah terakhir meskipun dengan melewatii laut yang ditinggali oleh monster.
            Percy Jackson seorang putra Dewa Poseidon yang dulu telah berhasil mengembalikan petir asli Dewa Zeus dan mencegah perang besar antara para Dewa Olympus, lantas tidak membuat Percy Jackson masih bisa hidup dengan tenang. Masalah demi masalah menghampiri dan setiap malam pesan lewat mimpi datang, meyiratkan sahabatnya Grover sang Satyr yang sedang dalam bahaya. Teman barunya yang menjadi saudara tirinya, Tyson, seorang anak tunawisma berbadan besar namun tingkahnya seperti anak kecil selalu mengikuti kemanapun Percy pergi. Kemudian Annabeth Case putri Dewi kebijaksanaan dan strategi perang, tiba-tiba datang ke sekolah barunya dengan membawa berita buruk : Perkemahan Blasteran –satu-satunya tempat perlindungan bagi para anak setengah dewa- terancam dikuasai para monster dan pohon Thalia yang berhasil diracun oleh seseorang.
            Demi menyelamatkan Perkemahan Blasteran, menemukan Grover yang hilang serta mencari kain bulu Domba Emas untuk meyembuhkan sang pohon Thalia, Percy harus mengarungi Laut Para Mosnter, tempat yang tentu saja dihindari oleh orang-orang yang masih menyayangi hidup mereka. Dan, perjalanannya pun dimulai, dibuka oleh ramalan dari sang Oracle yang dirahasiakan oleh Chiron sang Centaurus dan para Dewa Olympus. Dalam sebuah perjalanan yang menakutkan tentu saja, ditemani kedua temannya, Annabeth Case dan saudara tiri barunya Tyson, mereka bertiga berjuang untuk tiga misi sekaligus yang tentunya tidak mudah. Lewat perjalanan-perjalanan tersebut Percy dan kawan-kawan mendapat banyak hal baru dan untuk Percy, sebuah ramalan mengenai dirinya terjawab satu persatu.
            Buku ini sangat menarik dan bagi para pembaca yang menyukai cerita-cerita fantasi, buku ini sangat cocok untuk dibaca. Ceritanya yang bagus dan kompleks akan membuat para pembaca penasaran ingin membaca bagaimana cerita selanjutnya sampai akhir. Akan tetapi dalam buku ini hanya dilengkapi ilustrasi-ilustrasi yang terbatas sehingga terkadang membuat bingung para pembaca serta bahasa yang terlalu rumit dan detail membuat para pembaca kurang paham dengan maksud dari cerita tersebut. Apalagi para pembaca terkadang dibawa ke alur di masa lalu dan akan dibawa ke alur masa depan, sehingga cukup membuat para pembaca harus teliti membaca agar mengerti maksud dari cerita ini.Buku ini dilengkapi cover yang menarik dan ilustrasi yang cukup keren dengan lembaran buku yang tebal dan tingkat kecerahan kertas yang pas di mata.
            Ada beberapa hal yang dapat dipelajari dari buku ini diantaranya, strategi-strategi yang keren untuk menghadapi masalah, bagaimana cara menghadapi situasi-situasi genting, tidak pernah menyerah dalam menjalankan misi, percaya pada kemampuan diri sendiri dll. Dan tentunya buku ini layak untuk dibaca oleh semua kalangan yang menyukai cerita petualangan, mitologi, dan action.   



Wednesday, October 21, 2015

Resensi Layar Terkembang (Lomba Surakarta)




Assalamualaikum....
jadii ini second blog pribadi saya :v, sebenarnya ini itu include di tugas sekolah khusunya mapel TIK. Soo daripada blog pertama ku kecampur kan jadinya nggak lucu. emmm yaudah lahh ya ini first post aku berkaitan dengan Bahasa Indonesia, yupppp resensi. Ini itu resensi yang buat aku ikut lomba di Surakarta, yaa tapi nggak menang sih, eittt tapi nggaak pa pa mungkin belum beruntung :v. Langsung chek aja yaa



Perjuangan Cinta Seorang Wanita
Diajukan untuk mengikuti Lomba Resensi Buku
Diselenggarakan oleh Kantor Arsip dan Perpustakaan Daerah kota Surakarta
Tahun 2015

 
Oleh :
Nama Siswa : Linda Kusuma Wardani
Asal Sekolah : SMA NEGERI 3 BOYOLALI

PEMERINTAH KABUPATEN BOYOLALI
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
SMA NEGERI 3 BOYOLALI
Jalan Perintis Kemerdekaan Telp. (0276)324586 Boyolali 57316




Perjuangan Cinta Seorang Wanita
Oleh : Linda Kusuma Wardani
 


           Judul Buku               : Layar Terkembang
            Pengarang                : St. Takdir Alisjahbana
            Penerbit                     : Balai Pustaka
            Kota Terbit                 : Jakarta
            Tahun Terbit             : 2001
            Cetakan                     : Ke-22
            Jumlah Halaman     : 166 halaman
            ISBN                           : 979-407-065-3

            Sutan Takdir Alisjahbana dilahirkan di Natal, 11 Februari 1908. Sutan Takdir menempuh pendidikan di HIS sejak 1915-1921. Kemudian tahun 1921-1925 dia menempuh Pendidikan Kweekschool di Bukit Tinggi yang kemudian dilanjutkan ke Hogere Kweeckschool di Bandung. Lalu ke Rechtschogeschool di Jakarta dari tahun 1937-1942 serta pada tahun 1940-1942 menempuh Pendidikan di Fakultas Sastra. Akhirnya mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa untuk Ilmu Bahasa dari Universitas Indonesia pada tahun 1979 kemudian disusul mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa untuk ilmu sastra dari Universiti Sains Malaysia. Sutan Takdir juga menghasilkan karya-karya tulis fiksinya yang lain seperti, Tak Putus Dirundung Malang, Dian yang Tak Kunjung Padam, Anak Perawan di Sarang Penyamun, dan masih banyak lagi karya fiksi lainnya. Namun Sutan Takdir tak puas hanya menghasilkan karya tulis fiksinya, dia juga mengeluarkan karya tulis nonfiksinya antara lain, Kebangkitan Puisi Baru Indonesia, Perjuangan Tanggungjawab dalam Kesusastraan Indonesia, dan Amir Hamzah sebagai penyair dan Uraian Sajak Nyanyi Sunyi.
            Salah satu karya Sutan Takdir adalah novel Layar Terkembang. Lewat buku ini Sutan Takdir menuangkan pikirannya tentang cerita percintaan di zamannya, yang tentunya sangat berbeda dengan cerita percintaan pada zaman sekarang. Bermaksud untuk membawa para pembaca ke zaman dahulu untuk menengok sedikit cerita cinta yang sangat unik. Dalam buku ini Sutan Takdir dengan luwes menggambarkan tentang cerita cinta klasik pada zamannya kemudian dikemas menjadi sebuah cerita cinta yang unik dan menggetarkan hati.
            Kisah berawal dari seorang kakak adik perempuan putra dari Raden Wiriaatmaja, Tuti seorang gadis berusia 25 tahun dan Maria seorang gadis berusia 20 tahun. Sifat mereka sangat bertolak belakang. Tuti bukanlah gadis yang mudah kagum dia lah orang yang mempunyai harga diri yang tinggi. Sedangkan Maria, seorang gadis yang mudah kagum hanya dalam sekali melihat, dan sangat mudah memuji. Kisah ini berawal ketika kedua kakak beradik tersebut bertamasya  ke Akuarium dan bertemu Yusuf, seorang pemuda Belanda yang belajar di Sekolah Tabib Tinggi, putra dari Demang Munaf. Mereka bertiga berkenalan namun Maria berhasil mencuri perhatianYusuf. Maria gadis dengan wajah berseri-seri, matanya menyinarkan kegirangan hidup. Sampai beberapa kali pertemuan Yusuf dengan Maria, menjadi titik awal Yusuf jatuh cinta dengan Maria.
            Sedangkan Tuti seorang gadis mandiri tidak berhenti untuk menyeruakkan pemikirannya tentang kesamaan hak wanita. Bahkan dalam setiap kongres Putri Sedar, Tuti dengan suara lantangya meneriakkan bahwa wanita juga mempunyai hak untuk melakukan segala sesuatu sesuai dengan deburan jantungya tidak melulu menjadi pelayan seorang suami. Bahkan Tuti belum menikah dimurnya yang sudah 25 tahun ini setelah berpisah dengan tunangannya yang dahulu. Dia masih merasa bisa menjalani hidupnya ini sendiri tanpa kehadiran sosok laki-laki disampingnya.
Saat Yusuf pulang ke kampung halamannya di Martapura, ia menghabiskan waktunya berjalan-jalan ditemani dengan pemuda bernama Dahlan. Namun pikiran Yusuf tetap tertuju kepada Maria. Akhirnya dengan kebulatan tekad berangkatlah ia seorang diri ke Bandung untuk bertemu dengan Maria dan menyatakan cintanya pada Maria. Akhirnya mereka menjalin hubungan. Berceritalah Maria kepada Tuti tentang pernyataan cinta Yusuf kepadanya, Tuti ikut senang namun ia juga tidak suka dengan perasaan Maria yang berlebihan. Sehingga mereka berdebat dan bertengkar.
            Berbaikanlah mereka dalam beberapa hari, namun setelah melihat adik dan pujaan hatinya semakin dekat dari hari ke hari, Tuti merasa iri dan mengalami pergolakan batin. Pergolakan batinnya pun bertambah, dia tengah cemas dengan adiknya yang sakit hingga harus diasingkan ke sebuah rumah sakit, di sisi lain dia juga harus menjawab lamaran dari seorang pemuda. Akhirnya dengan besar hati dia memilih untuk fokus pada adiknya yang tengah terbaring sakit.
Bersama Yusuf, Tuti menjenguk dan merawat Maria, dari sinilah Tuti mulai banyak berinteraksi dengan Yusuf. Sampai di mana sebuah hal yang tidak diinginkannya terjadi yaitu Maria ingin menyatukan Tuti dengan Yusuf. Awalnya mereka menolak permintaan Maria akan tetapi itu adalah permintaan terakhirnya. Penyakit Maria justru bertambah semakin parah sampai akhirnya Maria menghembuskan nafas terakhirnya. Akhirnya Yusuf dan Tuti bertunangan. Mereka akan segera melakukan pernikahan di Jakarta.
            Buku ini mempunyai cover yang menarik, dengan ukuran huruf yang pas, menggunakan kertas HVS,  penulisan yang rapi dan terstruktur. Buku ini juga bagus karena tata bahasa yang mengagumkan, alur cerita yang jelas, dengan tokoh-tokoh dan perwatakan yang unik dan memiliki nilai-nilai kehidupan yang bisa dijadikan teladan. Akan tetapi dalam buku ini hanya dilengkapi sedikit gambar sehingga bisa membuat para pembaca bosan, serta terdapat bahasa asing seperti, bahasa belanda, dan terkadang terdapat kalimat yang tidak efisien sehingga terkesan diulang-ulang.

            Buku ini bisa dibaca oleh semua kalangan karena banyak manfaat yang didapat dari buku ini. Bisa dijadikan sumber referensi dan sumber inspirasi. Buku ini juga memuat sebuah pelajaran yang bisa kita terapkan di zaman sekarang. Jadi sangatlah baik apabila dibaca dan dipahami cerita dari buku ini.





sekian, terima kasih sudah berkunjung ^^
Wassalamualikum ...
 

Sharing is Caring Template by Ipietoon Cute Blog Design